Dari cerita yang banyak beredar tentang asal usul brownies, konon awalnya ada seorang koki yang lupa memasukkan baking powder ke dalam adonan resep kue coklat. Sehingga setelah dipanggang, hasilnya  kue coklat tidak mengembang (bantat). Tekstur kue coklat yang seharusnya tebal, lembut, dan berpori2, menjadi agak padat dan basah. Inilah cikal bakal kue brownies yang kita temukan sekarang.

Nama ”brownies” diambil dari “the deep brown color of cookie”. Brownies punya ciri khas warna cokelat tua kehitaman.

Cerita lain yang beredar tentang asal muasal kue coklat nan lezat ini, ada seorang pemuda pembuat kue yang sedang mengalami krisis keuangan. Dia mempunyai seorang teman yang setiap pagi akan menjualkan kue2 buatannya. Pada hari itu, pemuda berencana membuat kue coklat, dan dibelinyalah bahan2 untuk kue coklat. Semalaman ia berkutat untuk membuat kue coklat nan lezat seperti tertera dalam resep kue coklat itu. Dan baru selesai jam 4 pagi. Tapi pemuda tersebut sangat kecewa dengan hasil akhir kue coklatnya yang berbeda hasilnya dengan yang disebutkan di dalam resep. Uangnya pun sudah habis untuk modal membuat kue lainnya. Teman si pemuda datang pagi-pagi seperti biasanya, dan dia mengira kue coklat bantat yang telah jadi, adalah kue untuk dijualnya hari itu. Tanpa sepengetahuan pemuda, temannya tetap pergi menjual kue-kue tadi. Para pelanggan sangat surprise dengan kue coklat hari itu, mereka mengira kue tersebut adalah resep baru. Banyak yang memesan untuk keesokan harinya. Dan selamatlah pemuda tersebut dari kebangkrutan karena banyak yang memesan kuenya.

Tidak hanya ada dua atau tiga cerita tentang asal usul  brownies. Tapi bagaimanapun ceritanya, tentu tak akan mengurangi kesukaan kita untuk memebuat atau mengkonsumsi brownies.

Brownies diperkirakan berasal dari Amerika Serikat. Pertama kali dipublikaskan tahun 1897. Brownies dikenal sebagai cake panggang lembut berbentuk kotak yang kaya akan coklat. Lalu beberapa waktu kemudian resepnya dimodifikasi lagi dengan penambahan telur dan coklat batangan.

Sekarang brownies sudah dimodifikasi menjadi bermacam-macam rasa dengan penambahan bahan-bahan seperti keju, strawberry, blueberry, kacang, kopi, dan lain-lain. Juga cara pembuatannya yang sekarang tidak hanya dibakar ate dioven, tetapi juga bisa dikukus, bahkan ada brownies yang tidak perlu dimasak sama sekali, karena bahan-bahannya sudah siap makan, seperti wafer dan susu kental manis.